Tahun 2013 jelas menjadi tahun yang tak akan terlupakan seumur hidup saya. Ah saya lebayyy. Penekanan saya sih lebih kepada peristiwa ajaib sepanjang tahun ini. Saya bernyanyi. Di panggung. Saya menari. Saya bisa dibilang cukup menguasai cha cha dan salsa, setidaknya yang diajarkan oleh Pak Dubes kami. hihihihi.. Pernah memang saya bercita-cita menjadi artis, penyanyi tepatnya, yang kemudian kandas oleh ketidak percayaan diri saya. Yap.. makin melantur sodara.. hahahaha.. Semenjak penempatan ke Kamboja ini, Phnom Penh tepatnya, banyak kejadian yang tak pernah terpikirkan oleh saya. Tetapi pastinya, ini sekumpulan doa saya, yap, doa saya waktu saya masih SD. Antara lain, saya ingin ke luar negeri gratis! tak mungkin kan? Tapi Alloh meyakinkan saya itu mungkin. Makanya banyaklah berdoa, seabsurd mungkin, semustahilnya akan terjadi. Alloh merengkuh mimpi itu. Ada satu buku favorit yang quote nya ku ingat selalu, Tuhan mendengar, tapi menunggu. Saatnyalah doa saya terjawab satu-sa...
miris mual sedih gundah tak terlintas satu ide pun..mengapa semua harus terjadi. tak pernah bisa kupikirkan satu alasan pun seseorang bisa dengan tega tanpa perasaan melihat bahkan melakukan sesuatu pada orang lain hingga meninggal. muak perih gulana ............
Salihara, 2 Juni 2012 Hari ini saya menonton pementasan yang menawan yg diperankan oleh mbak Ine Febriyanti, mas Arswendi Nasution dan mbak Reni Adhitama sebagai Nona Julie, pelayan Jean dan Christine. Cerita mengenai seorang nona muda keturunan bangsawan yang bergaul dengan para rakyat jelata dan ingin menjadi bagian dari kehidupan rakyat biasa. Sedangkan sang pelayan, Jean, rakyat jelata yang berselera tinggi dan ingin menikmati kehidupan sebagai seorang bangsawan. Hingga di satu malam hari perayaan musim panas, mereka melakukan hal yang membuat mereka tak bisa tinggal lagi di rumah tuan bangsawan. Cerita ini kurang lebih menggambarkan ketidaksempurnaan manusia. Ada sisi baik dan ada sisi buruk. Julie yang cantik ternyata mudah terperdaya ketampanan Jean. Jean yang sopan dan patuh secara sembunyi-sembunyi menikmati anggur mahal Tuan Bangsawan. Dan Christine yang religius pun mau saja menerima suap dan menutup mata pada pencurian yang dilakukan Jean. Pesan moral yang saya tang...
Komentar
Posting Komentar